Bola368 adalah situs penyedia layanan dalam pembukaan account betting bagi anda yang ingin bermain dengan situs judi terpercaya luar negeri. Bola368 menyediakan pembukaan account betting taruhan olahraga, permainan casino online, bola tangkas online, poker online dan juga togel online. Terima kasih dan Selamat bermain!
Permainan taruhan olahraga paling banyak di mainkan bettor international.
Poker at
Permainan jenis tebak angka bola paling populer di dunia online.
Games at
Permainan live casino fairplay favorit hingga saat ini. Sangat menghibur Anda.
Games at
Permainan kartu online poker paling banyak di sukai oleh semua kalangan
Bingo at
Permainan tebak angka togel online atau lotto. Bisa di mainkan seluruh kalangan.

Agen Bola Agen Sbobet Sabung Ayam bola368.co

21st March 2016 | Cat: berita | 879 Views | No Comments

Agen Judi Online Bola.net – Pemerintah Prancis nampaknya benar-benar serius untuk meyakinkan kepada dunia bahwa Prancis aman dalam penyelenggaraan Euro 2016. Untuk itu Pemerintah Prancis menggelar pelatihan anti terror di kota Nimes pada hari Minggu (20/3) kemarin.

Untuk materi simulasi kali ini, Pemerintah Prancis melakukan pelatihan bagaimana menangani serangan berbasis bahan kimia di areal fans pada Euro 2016. Areal Fans ini disebut-sebut sebagai areal yang rawan serangan teror, karena para fans akan berkumpul untuk menonton pertandingan Euro 2016 melalui layar lebar yang sudah disediakan oleh para Panitia.

Menurut laporan yang diturunkan Reuters, lebih dari 1000 pasukan yang terdiri dari Polisi dan Pemadam kebakaran ikut serta pada simulasi yang digelar di selatan Kota Nimes. Menteri Dalam Negeri Prancis, Bernard Cazeneuve menyebut bahwa latihan ini sebagai bentuk pencegahan atas semua kemungkinan yang terjadi pada bulan Juni nanti.

“Di Nimes, kami akan melakukan simulasi mengenai serangan berbasis bahan kimia atau bakteri” ungkap Cazeneuve kepada Reuters. “Kami sebenarnya tidak percaya akan ada ancaman seperti ini namun kami harus bisa mengantisipasi semua kemungkinan serangan yang akan datang” pungkas sang Menteri Dalam Negeri Prancis tersebut.(reu/dub)